Rabu, 25 Juni 2008

My Best Friend, Gade...

Gade sahabatku....

Umurku sudah 30 tahun, kamupun juga tahun depan sudah tiga dasawarsa juga. Itu artinya lebih dari tiga windu, kamu dan aku sama-sama mereguk asin dan pahitnya kehidupan kita masing-masing.

Inilah yang aku sungguh tidak mengerti. Meskipun sudah lebih dari 20-an tahun kita bersahabat namun untuk memahami karakter masing-masing ternyata tidak semudah yang aku bayangkan. Sama seperti halnya hingga saat ini kita sering bertanya tentang siapa sebenarnya diri kita.

Itu seperti halnya ketika kamu terbangun jam tiga pagi, di saat semua orang sedang terlelap. Kamu terbangun dari tidur dengan nafas terengah-engah entah karena mimpi buruk atau penyebab lain yang kamu tidak mengerti. Kamu tertegun, sementara keringat mengalir deras dari dahi dan punggungmu basah. Kamu gelisah karena kamu tidak mengerti : “apakah sudah benar yang aku lakukan selama ini?” Apakah memang ini yang sebenarnya aku inginkan?”

Kalimat ini sebenarnya aku dapatkan dari aku menonton Oprah Winfrey yang mewawancara seorang pengarang wanita kebangsaan Amerika Elizabeth Gilbert. (konon buku ini mencapai penjualan best seller di AS). Namun bukunya tentang perjalanan, agama, dan cinta mewakili apa yang dirasakan yang aku yakin oleh hampir semua manusia di muka bumi ini. Meski sematang dan sedewasa apapun kamu, namun pada suatu saat nanti kamu akan bertanya “Apakah ini memang diriku yang sebenarnya?

Rasa tanggungjawab yang mapan (paling tidak menuju kemapanan) ternyata suatu saat nanti akan kau rasakan berbeda. Bisa jadi kamu lebih memahami isi dan pesan dalam film The Secret dibandingkan aku. Namun kita berdua sama-sama mengerti bahwa film itu memang memberi inspirasi. Tidak hanya sekedar mendorong atau bahkan membuat seseorang yang melihatnya untuk mengikutinya.

Pita-pita file otakku mulai kuputar kembali, dan aku ingat tadi pagi ketika aku terbangun karena ada anak-anak yang mengetuk pintu dan ingin menyewa play station. Bagiku itu cara membangunkan yang cukup menyenangkan. Ayolah rejeki datang dengan sendirinya dan membangunkanmu dari tidur, bukankah itu sesuatu yang menyenangkan? Jangan dilihat nilai materinya, namun peristiwa itu memang cukup membuat senang.

Kita sama-sama tahu, usiaku dan usiamu adalah usia dimana kita harus bekerja segiat-giatnya. Jika tidak bisa menjadi mesin pencetak dolar, paling tidak mesin pencetak rupiah. Itu istilah yang sering aku ungkapkan. Namun aku tidak mengerti bagaimana prinsipmu. Bagiku, ada banyak pilihan dalam hidup yang terkadang kita tidak tahu sama sekali apakah kita memang benar-benar memiliki pilihan. Namun sekarang aku mulai sedikit mengerti, terkadang kita sendiri yang menutup pintu datangnya pilihan-pilihan itu.


Yakinlah, jika saat ini kita merasa belum memiliki pilihan apapun, atau bahkan tidak memiliki apapun. Itu bukan karena kita memang tidak memiliki pilihan. Itu hanya karena kita belum menemukan cara bagaimana membuat pilihan-pilihan itu muncul dalam hidup kita. Atau mungkin secara tidak sengaja kita sendiri yang menutup munculnya pilihan-pilihan itu. Jadi jangan khawatir jika kita sudah menemukan cara untuk memunculkan pilihan, maka saat itulah kita akan mulai belajar membuat keputusan. Toh, nantinya kita akan mulai berfikir ya Tuhan apa yang sudah aku putuskan, sehingga kamu harus mempertanggungjawabkannya...

Namun terlepas dari itu semua, sebenarnya setiap saat manusia dihadapkan pada banyak pilihan. Terkadang hanya dia tidak mampu melihat pilihan-pilihan itu. Meski demikian, seperti halnya pengembaraan secara fisik. Intropeksi diri dan mengembara di dunia evaluasi diri tidak ada salahnya tetap kita lakukan. Sebab memang itulah yang membuat kita selalu untuk tidak lelah berevolusi, atau bahkan mencapai titik balik sebagaimana yang tidak pernah kita duga. Apapun hingga saat ini aku mulai pasrah dengan kematian. Meski aku sendiri tidak tahu, apa arti kematian itu sendiri. Sebab kenyataannya, aku yakin jika kamu atau aku yang mati, ide-ide kita akan tetap hidup dalam jiwa kita masing-masing. Gade, pengembaraan ini tidak akan pernah berakhir atau bahkan dibatasi hanya oleh sekedar kematian atau batas fisik lainnya.

http://isacrohan.blogspot.com/2008/06/my-best-friend-gade.html

Tidak ada komentar: